Bentengi Ternak dari Penyakit, Mahasiswa KKN UGM Edukasi Peternak Samosir Buat Desinfektan Mandiri
Gambar 1. Sosialisasi dan Pemberian Desinfektan Untuk Menjaga Sanitasi Kandang Para Peternak di Desa Sialanguan dan Siopatsosor.
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, Juli 2026)
Pangururan, Juli 2026 – Ancaman penularan virus dan bakteri pada hewan ternak merupakan risiko nyata yang dapat melumpuhkan ekonomi peternak desa jika tidak diantisipasi. Menjawab tantangan tersebut, Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali memperkuat pertahanan lingkungan peternakan warga melalui program “Pembuatan Desinfektan Mandiri untuk Kesehatan Lingkungan Peternakan”.
Program strategis ini dikomandoi langsung oleh Jalu Prima Tangguh Permana, mahasiswa dari Fakultas Peternakan UGM. Pelaksanaan kegiatan ini terbagi menjadi dua fase krusial. Fase pertama berfokus pada tahapan riset dan preparasi pembuatan desinfektan yang dilangsungkan pada Sabtu, 11 Juni 2026. Sementara itu, puncak kegiatan berupa sosialisasi secara door-to-door dan pendistribusian media edukasi dieksekusi pada 14 Juli 2026, menyasar langsung ke kandang-kandang peternak di wilayah Desa Sialanguan dan Desa Siopat Sosor.
Sebelum berhadapan dengan warga, Jalu dan tim telah menempuh kajian literatur yang mendalam mengenai prinsip dasar biosekuriti kandang, mencakup pentingnya sanitasi yang ketat, prosedur isolasi ternak, hingga pengendalian lalu lintas (traffic control) di area kandang. Esensi dari kajian tersebut kemudian diterjemahkan menjadi materi edukasi yang mudah dipahami mengenai bahaya penularan agen penyakit. Agar peternak memiliki panduan fisik yang praktis, tim merangkum materi ini dan mencetaknya dalam wujud leaflet serta booklet ringkas.
Pada hari pelaksanaan sosialisasi, mahasiswa UGM mengadakan pertemuan langsung dengan peternak untuk mendistribusikan leaflet tersebut sekaligus membedah urgensi penerapan biosekuriti. Tidak sekadar memaparkan teori, tim langsung mengajak peternak untuk melakukan pembuatan desinfektan sederhana secara mandiri. Pemahaman warga kemudian diuji melalui simulasi praktik penyemprotan. Menggunakan alat semprot mandiri dengan takaran desinfektan dosis tepat, praktik ini diaplikasikan langsung pada dinding dan area lingkungan sebuah kandang percontohan milik warga desa.
Antusiasme dan pemahaman warga dievaluasi di penghujung kegiatan melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif. Keberhasilan program ini sendiri dipatok melalui beberapa indikator konkret. Selain kemampuan warga mempraktikkan panduan pada leaflet, program ini ditargetkan mampu meningkatkan keteraturan peternak dalam melaksanakan sanitasi rutin dan membatasi lalu lintas kunjungan di area kandang. Lebih jauh lagi, inisiatif ini mendorong tersusunnya rekam jejak kondisi kesehatan lingkungan kandang warga agar mudah dipantau secara berkala.
Program penyuluhan ini pada dasarnya adalah estafet keberlanjutan dari inisiatif tahun sebelumnya. Melalui standardisasi operasional biosekuriti yang konsisten, kapasitas peternak akan semakin tangguh dalam melindungi komoditas desa secara berkesinambungan. Langkah perlindungan ekosistem ternak ini sekaligus merupakan wujud kontribusi nyata KKN-PPM UGM dalam merealisasikan Sustainable Development Goals (SDGs). Terapan ilmu ini sejalan dengan pencapaian SDG 4 (Pendidikan Bermutu) bagi masyarakat luar ruang kelas, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui adaptasi lingkungan yang sehat, serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) lewat upaya membentengi keanekaragaman hayati dan daratan desa dari ancaman wabah mematikan.
Penggagas : Jalu Prima Tangguh Permana
Penulis: Ariel Raka Anasara Dwi Putra
Kontributor: Nadila, Phrisca Imanuella
What's Your Reaction?