Kurangi Pencemaran Lingkungan, Mahasiswa KKN UGM Ajak Ibu PKK Desa Siopat Sosor Olah Minyak Jelantah dan Ampas Kopi Menjadi Sabun Ramah Lingkungan

Gambar 1. Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Bersama Ibu PKK di Desa Siopat Sosor (Sumber: Dokumentasi Pribadi, Juli 2026)

Siopat Sosor, Juli 2026 – Sebagai upaya menjawab persoalan limbah rumah tangga yang selama ini kerap dibuang tanpa pengolahan lebih lanjut, Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM), yang tergabung dalam Tim Mengukir Samosir 2026, menyelenggarakan program Ecosoap: Inovasi Sabun Ramah Lingkungan Berbasis Minyak Jelantah dan Ampas Kopi untuk Mendukung Perilaku Hidup Bersih. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 21 Juli 2026, di Desa Siopat Sosor, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, dengan sasaran utama Ibu-ibu PKK setempat.

Program ini didasari oleh kondisi yang umum ditemukan di lingkungan rumah tangga, yaitu minyak jelantah bekas penggorengan dan ampas kopi sisa penyeduhan yang pada umumnya langsung dibuang ke saluran air atau tanah. Padahal, apabila tidak dikelola dengan baik, minyak jelantah berpotensi mencemari lingkungan dan sumber air, sementara ampas kopi kerap menumpuk sebagai sampah organik tanpa dimanfaatkan lebih lanjut. Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa KKN UGM berinisiatif merancang solusi sederhana dan aplikatif yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga di Desa Siopat Sosor.

Sebelum kegiatan dilaksanakan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan uji coba formula pada tahap persiapan guna memperoleh komposisi sabun yang tepat, aman digunakan pada kulit, serta tetap efektif sebagai pembersih meskipun berbahan dasar limbah. Ampas kopi dipilih sebagai bahan tambahan karena memiliki sifat yang dapat berfungsi sebagai scrub alami, sedangkan minyak jelantah yang telah melalui proses penjernihan dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan sabun melalui metode sederhana yang dapat direplikasi oleh masyarakat secara mandiri.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam rangkaian yang saling melengkapi antara edukasi dan praktik langsung. Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam lingkup rumah tangga, termasuk kaitannya dengan kebiasaan mencuci tangan dan menjaga kebersihan diri menggunakan produk yang aman. Selanjutnya, dilaksanakan sosialisasi pemanfaatan limbah rumah tangga, di mana mahasiswa memaparkan dampak minyak jelantah dan ampas kopi apabila dibuang secara sembarangan, serta menjelaskan bagaimana kedua limbah tersebut dapat diolah kembali menjadi produk bermanfaat guna mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga.

Gambar 2. Praktik Pembuatan Sabun Ramah Lingkungan Berbahan Minyak Jelantah dan Ampas Kopi Bersama Ibu PKK (Sumber: Dokumentasi Pribadi, Juli 2026)

Sesi inti kegiatan diisi dengan pelatihan pembuatan sabun secara langsung. Ibu-ibu PKK diajak mempraktikkan tahapan pengolahan minyak jelantah dan ampas kopi menjadi sabun batangan ramah lingkungan, mulai dari pencampuran bahan, pencetakan, hingga proses curing. Mahasiswa mendampingi agar tahapan pembuatan dapat dipahami dengan baik dan berpotensi untuk dilanjutkan secara mandiri di rumah. Antusiasme peserta tampak dari tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab, khususnya mengenai takaran bahan, durasi curing, dan peluang pengembangan produk lebih lanjut untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Melalui program ini, Tim KKN-PPM UGM berharap masyarakat Desa Siopat Sosor, khususnya Ibu-ibu PKK, dapat lebih memahami potensi pemanfaatan limbah rumah tangga yang selama ini kurang mendapat perhatian, serta terdorong untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan. Kebiasaan sederhana mengolah minyak jelantah dan ampas kopi menjadi sabun diharapkan dapat terus dipraktikkan oleh masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan desa.

Program ini merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pemanfaatan minyak jelantah dan ampas kopi menjadi produk sabun ramah lingkungan mendukung SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular dan pengurangan limbah rumah tangga. Pelatihan pembuatan sabun juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk bernilai ekonomi, sehingga berkontribusi terhadap SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pemberdayaan dan peningkatan potensi usaha skala rumah tangga. Selain itu, edukasi mengenai pengelolaan minyak jelantah yang tepat turut mendukung SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) dengan mengurangi risiko pencemaran air akibat pembuangan limbah secara sembarangan.

Penulis: Lutfi Maharani & Desfita Riana Putri

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow