Kurangi Sampah Organik, Mahasiswa KKN UGM Kenalkan Alat Komposter Sampah Berbasis Drum di Desa Siopat Sosor

Berita | 16 Agustus 2026

Siopat Sosor, Juli 2026 – Dalam upaya mendorong pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih berkelanjutan, Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam KKN Mengukir Samosir 2026 melaksanakan program Alat Komposter Sampah Berbasis Drum di Desa Siopat Sosor, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. Program ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam memperkenalkan alternatif sederhana dan aplikatif untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos.



Gambar 1. Proses Perakitan dan Pembuatan Alat Komposter Sampah Berbasis Drum oleh Mahasiswa KKN UGM di Desa Siopat Sosor (Sumber: Dokumentasi Pribadi, Juli 2026)

Program Alat Komposter Sampah Berbasis Drum dilatarbelakangi oleh masih adanya sampah organik rumah tangga yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sampah seperti sisa makanan, daun kering, dan material organik lainnya pada umumnya masih dibuang bersama sampah lainnya. Apabila tidak dikelola dengan baik, sampah organik tersebut dapat menimbulkan bau, mengundang serangga, serta meningkatkan jumlah timbulan sampah yang berakhir di tempat pembuangan.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UGM mengembangkan alat komposter dengan memanfaatkan drum bekas sebagai wadah utama pengomposan. Pemilihan drum sebagai material dasar dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan, kemudahan penggunaan, serta potensi pemanfaatan kembali barang yang sudah tidak digunakan. Dengan konsep sederhana tersebut, masyarakat diharapkan dapat memiliki alternatif pengolahan sampah organik yang dapat diterapkan dalam skala rumah tangga maupun lingkungan desa.

Sebelum diperkenalkan kepada masyarakat, mahasiswa terlebih dahulu melakukan proses perancangan dan perakitan komposter. Tahapan tersebut meliputi persiapan drum, pembuatan bagian-bagian yang diperlukan untuk mendukung proses pengomposan, serta pemasangan komponen agar alat dapat digunakan dengan baik. Proses pembuatan dilakukan secara langsung oleh mahasiswa sebagai bagian dari penerapan ilmu keteknikan sekaligus bentuk inovasi yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Desa Siopat Sosor.


Gambar 2. Sosialisasi dan Demonstrasi Penggunaan Alat Komposter Sampah Berbasis Drum kepada Masyarakat Desa Siopat Sosor (Sumber: Dokumentasi Pribadi, Juli 2026)

Setelah alat selesai dibuat, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai prinsip kerja dan cara penggunaan komposter kepada masyarakat. Penjelasan mencakup jenis sampah yang dapat dimasukkan ke dalam komposter, tahapan pengolahan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan selama proses pengomposan. Masyarakat juga diperkenalkan dengan pentingnya pemilahan sampah organik sejak dari sumbernya agar proses pengomposan dapat berlangsung dengan lebih efektif.

Selain memberikan edukasi, mahasiswa juga melakukan demonstrasi penggunaan alat secara langsung. Melalui praktik tersebut, masyarakat dapat melihat bagaimana sampah organik dimasukkan dan dikelola menggunakan komposter berbasis drum. Pendekatan melalui praktik langsung diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam memahami penggunaan alat dan meningkatkan peluang keberlanjutan program setelah rangkaian kegiatan KKN selesai.

Pemanfaatan sampah organik menjadi kompos juga memiliki manfaat lanjutan bagi lingkungan. Hasil pengomposan dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik untuk mendukung kesuburan tanah dan kebutuhan tanaman. Dengan demikian, sampah yang sebelumnya berpotensi menjadi beban lingkungan dapat diubah menjadi material yang memiliki manfaat bagi kegiatan pertanian maupun penghijauan di lingkungan sekitar.

Melalui program Alat Komposter Sampah Berbasis Drum, Tim KKN-PPM UGM berharap masyarakat Desa Siopat Sosor dapat semakin memahami pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumbernya. Penggunaan alat yang sederhana dan berbahan dasar drum diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah organik yang lebih mandiri, praktis, dan berkelanjutan di tingkat masyarakat.

Program ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengurangan dan pemanfaatan kembali sampah organik. Selain itu, pengolahan sampah organik menjadi kompos turut mendukung SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui upaya menciptakan lingkungan permukiman yang lebih bersih dan berkelanjutan, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengelolaan sampah organik yang lebih bertanggung jawab.

Penulis: Muhamad Iqbal Fauzi

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow