Dari Ruang Latihan ke Mimbar Ibadah: Mahasiswa KKN-PPM UGM Tim Mengukir Samosir Dampingi Anak Sekolah Minggu HKBP Parbaba Tumbuh dalam Talenta dan Iman

Author: Yesaya Primadita Setiawan Date: 19 Juli 2026

 

Gambar 1.  Penampilan anak-anak sekolah Minggu HKBP Parbaba & Foto bersama setelah kegiatan Pembinaan Iman

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Pangururan, Juli 2026 - KKN-PPM UGM Tim Mengukir Samosir menyelenggarakan program Pelatihan Bermusik dan Pembinaan Iman bagi Anak Sekolah Minggu HKBP Parbaba sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakar yang berfokus pada pengembangan talenta bernyanyi sekaligus pembenykan karakter Kristiani anak. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan HKBP Parbaba di bawah pelayanan Pdt. Ospina J. Sitohang, S.Th selaku Pendeta HKBP Parbaba dan didampingi oleh CBvr. Lady Five Simangunsong, S.Ag. selaku pembina Sekolah Minggu. 

Program yang digagas oleh Yesaya Primadita Setiawan, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Phrisca Emanuella, mahasiswa Fakultas Peternakan UGM berlangusng secara bertahap selama bulan Juli 2026 di Ruang Smirna HKBP Parbaba. Pertemuan pertama dilaksanakan pada Minggu (5/7), dilanjutkan pertemuan kedua pada Minggu (12/7). Kegiatan ini terbagi menjadi dua, pada pukul 08.00 WIB diadakan kegiatan pembinaan iman, kemudian pada pukul 15.00 WIB diadakan kegiatan pelatihan bernyanyi. Sebagai persiapan akhir, anak-anak mengikuti kegiatan gladi bersih pada 18 Juli 2026 pukul 09.00 WIB di gedung utama Gereja HKBP Parbaba sebelum menampilkan hasil latihan dalam Ibadah Raya HKBP Parbaba yang diselenggarakan pada Minggu (19/7), pukul 08.00 WIB. 

Dilaksanakannya program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bernyanyi anak melalui pelatihan teknik vokal dasar, mengenalkan lagu rohani kontemporer dan Buku Ende, serta menumbuhkan rasa percaya diri agar mereka berani tampil di depan jemaat dan melayani melalui pujian. Di sisi lain, kegiatan ini dirancang pula sebagai ruang pembinaan karakteryang mendorong anak-anak untuk menghayati nilai-nilai Kristiani melalui aktivitas yang interaktif dan menyenangkan. 

Selama proses berlatih, peserta mempelajari tiga lagu rohani, yakni “Semesta Bernyanyi”, “Marolop-olop Tondingki” (Buku Ende No. 435), dan “Berlayar Dengan Yesus”. Ketiga lagu tersebut dipilih sebagai sarana pembelajaran untuk melatih kemampuan vokal sekaligus menumbuhkan semangat anak-anak dalam memuji Tuhan melalui nyanyian. Tim Mengukir Samosir mendampingi peserta dalam mempelajari melodi, artikulasi, ekspresi serta koreografi saat menyanyikan lagu. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif sehingga setiap anak memperoleh kesempatan untuk dapat belajar sesuai dengan kemampuan masing-masing, tanpa rasa ragu untuk mencoba dan berkembang. 

 

Gambar 2. Kegiatan memasang “Pohon Sukacita” dan gladi bersih penampilan Sekolah Minggu HKBP Parbaba 

(Sumber: Dokumen Pribadi)

Selain mengembangkan kemampuan bermusik, pembinaan iman juga turut dilaksanakan dalam rangka membentuk iman Kristiani pada anak sekolah minggu melalui kegiatan interaktif “Pohon Sukacita” yang berlandaskan pada ayat Alkitab dalam 1 Tesalonika 5:16, “Bersukacitalah senantiasa”. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak untuk merefleksikan berbagai  hal yang membuat mereka bersyukur kepada Tuhan. Hasil refleksi kemudian dituliskan pada media potongan kertas yang berbentuk buah dan ditempelkan pada sebuah gambar pohon sebagai simbol bahwa sukacita akan terus bertumbuh ketika hidup berakar pada kasih Tuhan. Melalui metode sederhana ini, anak-anak tidak hanya memahami ayat Alkitab secara kognitif, namun juga diajak menghidupinya dalam keseharian. 

Rangkaian pelatihan mencapai puncaknya pada Minggu (19/7), ketika anak-anak Sekolah Minggu mempersembahkan lagu “Semesta Bernyanyi”, “Marolop-olop Tondingki” (Buku Ende No. 435), dan “Berlayar Dengan Yesus” dalam Ibadah Raya HKBP Parbaba di Gedung Utama Gereja HKBP Parbaba. Penampilan tersebut disaksikan oleh seluruh jemaat yang hadir dan menjadi momentum bagi anak-anak untuk menunjukkan hasil latihan yang telah mereka jalani selama kurang lebih dua pekan. Lebih dari sekadar penampilan musik, momen tersebut turut menjadi sarana bagi mereka untuk membangun rasa percaya diri, keberanian, serta mengambil bagian belajar untuk mengambil bagian dalam pelayanan gereja melalui talenta yang dimiliki. 

Program ini tidak hanya memberikan ruang bagi anak-anak untuk dapat mengekspresikan telenta mereka, meningkatkan kepercayaan diri, mengembangkan bakat serta memperdalam kehidupan iman, tetapi juga mencerminkan komitmen KKN-PPM UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui pendidikan nonformal dalam payung gereja, kegiatan ini berkontribusi terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menyediakan ruang pembelajaran yang mendorong pengembangan keterampilan, kreativitas, dan pembentukan karakter anak. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan rasa percaya diri, kesejahteraan psikososial, serta kemampuan anak dalam mengekspresikan diri mereka secara positif melalui musik dan pelayanan. Seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana melalui kolaborasi antara KKN-PPM UGM, HKBP Parbaba, guru Sekolah Minggu, orang tua, dan jemaat sebagai wujud implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara holistik. 

Melalui sinergi ini, program yang telah dilaksanakan diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan bagi anak-anak. Pengembangan talenta bermusik, penguatan karakter Kristiani, serta pembinaan iman diharapkan dapat berjalan beriringan sehingga anak-anak dapat bertumbuh menjadi insan yang percaya diri, berkarakter, dan siap mengambil bagian dalam pelayanan gereja maupun kehidupan bermasyarakat.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow