Kolaborasi Lintas Ilmu, Mahasiswa KKN UGM "Mengukir Samosir" Edukasi Pelajar SMPN 3 Pangururan tentang Bahaya Jejak Digital dan Kejahatan Siber
Author: Joshua Bonatua Hutagaol
SAMOSIR – Dalam upaya mewujudkan generasi muda yang cerdas dan aman dalam berinternet, Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) "Mengukir Samosir 2026" sukses menggelar program edukasi bertajuk "Digital Footprint" di SMP Negeri 3 Pangururan. Program ini merupakan inisiatif kolaboratif yang menggabungkan kepakaran dari mahasiswa klaster Sosial Humaniora (Soshum) dan Sains dan Teknologi (Saintek).
Di tengah masifnya penetrasi internet dan media sosial, edukasi mengenai literasi digital menjadi sangat krusial, terutama bagi kelompok usia remaja yang rentan terhadap paparan kejahatan siber. Melalui pendekatan multidisiplin, tim KKN UGM mengupas tuntas ancaman dunia maya dari dua perspektif yang berbeda namun saling melengkapi: hukum dan teknologi.
Dari klaster Soshum, materi difokuskan pada pemahaman tentang rekam jejak digital (digital footprint) dan implikasi hukumnya di masa depan. Mahasiswa memberikan pemahaman mendalam kepada para siswa bahwa setiap unggahan, komentar, dan aktivitas di media sosial akan meninggalkan jejak yang permanen dan dapat memengaruhi prospek pendidikan hingga karier mereka kelak. Lebih jauh, sesi ini juga membedah berbagai regulasi yang berlaku di Indonesia serta bentuk-tindak pidana di ruang digital yang kerap menjerat masyarakat tanpa disadari, seperti pencemaran nama baik atau pelanggaran privasi. Edukasi hukum ini bertujuan agar siswa lebih mawas diri dan beretika dalam menggunakan media sosial.
Sementara itu, klaster Saintek mengambil peran untuk membedah anatomi ancaman siber secara teknis. Para siswa diberikan pemaparan interaktif mengenai bahaya nyata di balik layar gawai mereka, termasuk taktik penipuan phishing, penyebaran berita bohong (hoax), bahaya laten judi online yang semakin marak, hingga ancaman keamanan dari situs web berbahaya (corrupt websites) yang dapat meretas data pribadi. Mahasiswa Saintek membekali pelajar dengan kiat-kiat praktis untuk mengidentifikasi tautan mencurigakan dan memproteksi perangkat mereka dari serangan siber.
"Program kolaborasi ini kami rancang agar siswa-siswi SMPN 3 Pangururan tidak hanya tahu cara menggunakan teknologi, tetapi juga memahami konsekuensi hukum dan ancaman teknis di baliknya. Jejak digital adalah cerminan diri kita di masa depan, sehingga kehati-hatian adalah kunci," ujar perwakilan dari tim KKN UGM Mengukir Samosir.
Antusiasme terlihat dari interaksi aktif para siswa SMPN 3 Pangururan yang banyak bertanya mengenai kasus-kasus viral dan cara melindungi akun media sosial mereka. Pihak sekolah juga menyambut baik inisiatif ini, mengingat edukasi literasi digital dan hukum siber sangat relevan dengan dinamika pergaulan remaja saat ini.
Melalui program "Digital Footprint" ini, tim KKN UGM berharap dapat membentuk agen-agen perubahan di tingkat sekolah yang cerdas berliterasi digital, serta mampu menciptakan ekosistem siber yang sehat, aman, dan produktif bagi generasi muda di Kabupaten Samosir.
Tentang Tim KKN-PPM UGM "Mengukir Samosir": Tim KKN-PPM UGM "Mengukir Samosir" adalah kelompok mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu di Universitas Gadjah Mada yang tengah melaksanakan program pengabdian masyarakat selama 50 hari di Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. Tim ini berdedikasi untuk mendorong pemberdayaan masyarakat lokal, pengembangan infrastruktur, serta peningkatan sumber daya manusia demi memajukan potensi daerah.
What's Your Reaction?