Uji Laboratorium Sampel Feses, Tim KKN UGM Deteksi Dini Infeksi Cacing pada Ternak Warga Desa

Gambar 1. Pengambilan 8 Sampel Feses Pada Hewan Ternak

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, Juli 2026)

Pangururan, Juli 2026 – Kesehatan hewan ternak merupakan pilar esensial dalam menjaga produktivitas sekaligus kesejahteraan hewan peliharaan. Sayangnya, minimnya pemantauan berkala sering kali membuat bibit penyakit tak terdeteksi sejak dini, yang berujung pada merosotnya nilai ekonomi peternakan. Menjawab problematika tersebut, Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar program "Monitoring dan Evaluasi Kesehatan Hewan" sebagai wujud pemerataan ekonomi desa lewat sektor peternakan.

Di bawah instruksi Nadila, mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM, program ini dirancang secara sistematis melalui berbagai tahapan klinis. Sebelum turun ke kandang, tim KKN mengawali langkah dengan koordinasi intensif bersama dinas terkait, dokter hewan setempat, perangkat desa, serta ketua kelompok ternak. Pada fase pra-pelaksanaan ini, Nadila dan tim juga menyusun formulir ambulatoir (rekam medis) sebagai panduan parameter pemeriksaan dan anamnesa (riwayat kesehatan).

Langkah penanganan di lapangan resmi dieksekusi pada 7 Juli 2026. Berbekal perlengkapan medis dan tingkat sterilitas tinggi menggunakan alkohol 70%, mahasiswa melakukan pendataan populasi ruminansia sekaligus mewawancarai peternak terkait riwayat penyakit hewannya. Selanjutnya, tim mempraktikkan teknik handling dan restrain yang aman untuk melakukan pemeriksaan fisik secara umum. Pada tahap ini, tim KKN mengoleksi sampel feses langsung dari rektum hewan. Sampel-sampel tersebut kemudian diamankan ke dalam plastik ziplock dan diberikan label identitas yang akurat untuk mencegah tertukarnya data antar-ternak.

Gambar 2. Uji Laboratorium 8 Sampel Feses Ternak Bertempat di Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, Juli 2026)

Investigasi kesehatan ini kemudian berlanjut ke tahap pengujian di laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pada 8 Juli 2026. Di atas meja lab, sampel natif feses diekstraksi secara teliti menggunakan pipet pasteur dan diletakkan pada object glass untuk dianalisis di bawah mikroskop. Hasil skrining kesehatan ini mengungkap fakta yang cukup krusial: dari total 8 sampel feses ternak yang diuji, 3 di antaranya terkonfirmasi positif mengandung telur cacing dan parasit cacing dewasa.

Fakta medis ini tidak sekadar dicatat sebagai data mentah. Tim KKN segera mendokumentasikan jenis cacing yang menginfeksi dan kembali turun menemui para pemilik ternak. Hasil laboratorium tersebut disampaikan secara transparan guna mengedukasi warga sekaligus mengevaluasi faktor-faktor lingkungan penyebab munculnya parasit tersebut di kandang mereka.

Gambar 3. Hasil Uji Laboratorium 8 Sampel Feses Didapatkan 3 Sampel Yang Terindikasi Positif Telur Cacing dan Cacing Dewasa.

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, Juli 2026)

Sebagai penutup rangkaian program, seluruh data riwayat medis dan hasil lab ternak dilaporkan secara resmi kepada pihak desa dan dinas peternakan sebagai basis evaluasi serta pengambilan kebijakan kesehatan hewan ke depan. Inisiatif skrining dini ini merupakan kontribusi konkret KKN-PPM UGM dalam menyukseskan Sustainable Development Goals (SDGs). Pemantauan ini berdampak langsung pada SDG 2 (Mengakhiri Kelaparan) melalui jaminan kualitas pangan hewani, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dengan memutus rantai penyakit zoonosis, dan memacu SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) lewat peningkatan margin keuntungan peternak desa.

Penggagas : Nadila
Penulis: Ariel Raka Anasara Dwi Putra
Kontributor: Jalu Prima Tangguh Permana, Phrisca Imanuella

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow