Cegah Kawin Sedarah pada Hewan, Tim KKN UGM dan Dinas Pertanian Samosir Terapkan Sistem "Recording" Ternak di Desa Sialanguan

Oleh 

Gambar 1. Proses Wawancara dan Sosialisasi Penerapan Sistem Recording Kepada peternak

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, Juli 2026)

Pangururan, Juli 2026 – Dalam upaya mengakselerasi pertumbuhan ekonomi desa secara merata melalui optimalisasi sektor peternakan, Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggagas program "Recording: Pencatatan Ternak melalui Kartu Ternak dan Identitas". Pembinaan teknis ini direalisasikan secara door-to-door mendatangi kandang-kandang milik warga di Desa Sialanguan pada Jumat, 10 Juli 2026.

Sebagai penanggung jawab utama program, Phrisca Imanuella, mahasiswa Fakultas Peternakan UGM, merancang jalannya kegiatan ini dengan saksama. Di lapangan, Phrisca beserta tim KKN tidak bergerak sendiri. Mereka didampingi secara langsung oleh Ibu Tiorin, perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Samosir. Sinergi ini dibangun untuk memastikan bahwa instrumen pendataan hewan yang diajarkan kepada warga sejalan dengan standar operasional dari pemerintah daerah.

Pelaksanaan program ini diawali dengan tahap observasi dan pengumpulan data lapangan yang komprehensif. Mahasiswa terlebih dahulu melakukan wawancara acak kepada para peternak lokal untuk memetakan metode pencatatan yang selama ini dipraktikkan. Setelah itu, tim melakukan scouting atau peninjauan lapangan guna mengestimasi total populasi ternak dengan fokus utama pada komoditas kambing dan kerbau sebagai sampel sasaran. Dari pemetaan inilah tim menghitung secara presisi kebutuhan jumlah kartu ternak bagi warga.

Beranjak ke tahap pengadaan, tim KKN merancang "Kartu Recording Ternak" yang dicetak khusus menggunakan kertas tebal agar lebih tahan banting di lingkungan kandang. Format kartu dibuat detail, mencakup informasi krusial.

Gambar 2. Format Kartu Recording Ternak 

Setelah kartu recording dicetak, fokus bergeser pada tahapan edukasi. Tim KKN bersama Ibu Tiorin melakukan edukasi secara door-to-door kepada peternak. Phrisca memaparkan pentingnya pencatatan (recording). Salah satu poin penekanan utamanya adalah fungsi recording untuk mencegah inbreeding (kawin sedarah) yang berisiko menurunkan kualitas genetik ternak, sekaligus mempermudah peternak dalam memantau rekam medis hewan. Peternak dibimbing langsung untuk mempraktikkan tata cara pengisian kolom pada Kartu Recording Ternak.

Program baru ini diusung dengan visi keberlanjutan yang kuat. Melalui intervensi dan fasilitasi alat pencatatan ini, kemampuan peternak dalam memonitor populasi serta menelusuri silsilah ternaknya diharapkan dapat meningkat secara mandiri. Inisiatif ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi Tim KKN-PPM UGM dalam mengawal Sustainable Development Goals (SDGs). Pembenahan manajemen ini mendukung pencapaian SDGs 2 (Mengakhiri Kelaparan) lewat ketahanan pangan hewani, SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui jaminan kesehatan hewan, serta bermuara pada SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) seiring dengan terdongkraknya nilai ekonomi ternak unggul di desa.

Penggagas : Phrisca Imanuella
Penulis: Ariel Raka Anasara Dwi Putra
Kontributor: Nadila & Jalu Prima Tangguh Permana

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow