KKN-PPM UGM Mengukir Samosir 2026 Hadirkan Sarana Cuci Tangan Mekanik dan Edukasi PHBS bagi Siswa SDN 11 Hutabolon
Program Penyediaan Sarana Cuci Tangan Mekanik dan Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan program kolaboratif Klaster Medika dan Klaster Saintek KKN-PPM UGM Mengukir Samosir 2026 yang dilaksanakan pada 28 Juli 2026 di SDN 11 Hutabolon, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa kelas 1 dan 2 SD mengenai pentingnya kebersihan tangan sebagai upaya pencegahan penyakit sekaligus membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini. Kegiatan meliputi edukasi mengenai waktu yang tepat untuk mencuci tangan, demonstrasi dan praktik enam langkah mencuci tangan yang benar sesuai pedoman WHO, serta penyediaan sarana cuci tangan mekanik yang dilengkapi poster panduan. Dengan menggabungkan edukasi dan penyediaan fasilitas yang dapat digunakan secara berkelanjutan, program ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya budaya mencuci tangan dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat.
Gambar 1. Edukasi PHBS bagi Siswa SDN 11 Hutabolon
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, Juli 2026)
Pangururan, Samosir, 28 Juli 2026  – Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Mengukir Samosir 2026 melaksanakan program kerja interdisipliner bertajuk "Penyediaan Sarana Cuci Tangan Mekanik dan Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)" di SDN 11 Hutabolon, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. Program ini merupakan kolaborasi antara Klaster Medika dan Klaster Saintek, yang dirancang sebagai upaya promotif dan preventif untuk menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini.
Program menyasar siswa-siswi kelas 1 dan 2 SD, dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya mencuci tangan sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mencegah penyebaran berbagai penyakit, baik penyakit menular maupun penyakit yang penyebarannya dipengaruhi oleh kebersihan diri dan lingkungan.
Kegiatan diawali dengan sesi edukasi interaktif mengenai pentingnya kebersihan tangan dalam kehidupan sehari-hari. Tim KKN menjelaskan kapan waktu yang tepat untuk mencuci tangan serta mendemonstrasikan enam langkah mencuci tangan yang benar sesuai pedoman World Health Organization (WHO). Agar pembelajaran lebih menyenangkan dan mudah dipahami, siswa diajak mempraktikkan langsung setiap langkah cuci tangan bersama mahasiswa melalui metode demonstrasi dan pendampingan.
Selain edukasi, tim KKN juga menyediakan sarana cuci tangan mekanik yang ditempatkan di lingkungan sekolah sebagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga sekolah. Sarana ini dilengkapi dengan poster enam langkah cuci tangan yang dipasang di dekat fasilitas tersebut sehingga siswa dapat terus mengingat dan mempraktikkan materi yang telah dipelajari setiap kali mencuci tangan.
Program ini berangkat dari hasil observasi lapangan yang menunjukkan bahwa masih terbatasnya sarana cuci tangan yang berfungsi dengan baik di sejumlah sekolah dasar di wilayah Pangururan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena ketersediaan fasilitas merupakan salah satu faktor penting dalam membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat pada anak-anak. Oleh karena itu, program ini tidak hanya menghadirkan edukasi, tetapi juga menyediakan sarana pendukung yang dapat digunakan secara berkelanjutan.
Melalui sinergi antara Klaster Medika dan Klaster Saintek, program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat sekaligus mendorong terbentuknya budaya mencuci tangan sebagai bagian dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dengan adanya fasilitas yang memadai dan edukasi yang berkesinambungan, siswa diharapkan dapat menerapkan kebiasaan mencuci tangan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.
Program "Penyediaan Sarana Cuci Tangan Mekanik dan Edukasi PHBS" menjadi salah satu wujud komitmen KKN-PPM UGM Mengukir Samosir 2026 dalam menghadirkan solusi yang sederhana, tepat guna, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui kolaborasi lintas disiplin, mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan fasilitas yang dapat terus dimanfaatkan oleh sekolah sebagai investasi jangka panjang dalam mendukung kesehatan generasi muda.
Gambar 2. Siswa SDN 11 Hutabolon mempraktikkan langkah mencuci tangan yang benar dalam kegiatan edukasi PHBS.
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, Juli 2026)
Penulis : Alisha Joan Chrismaya Samosir
What's Your Reaction?