Dorong Edukasi Lingkungan dan Pemanfaatan Sampah Sejak Dini bagi Siswa/i SMPN 3 Pangururan dan SMAN 2 Pangururan oleh Tim KKN-PPM UGM Mengukir Samosir
Author: Ranita Triasti Date : 30 April 2026
Pangururan, Kabupaten Samosir — Permasalahan sampah menjadi tantangan yang dihadapi berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. Peningkatan jumlah sampah yang tidak diimbangi dengan pengelolaan yang tepat berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, upaya edukasi sejak dini menjadi salah satu langkah penting untuk membangun kesadaran generasi muda dalam menjaga lingkungan.
Sebagai bentuk kontribusi terhadap peningkatan literasi lingkungan, diselenggarakan kegiatan "Mengenal Sampah, Menjaga Bumi: Edukasi Mengenai Pemanfaatan dan Jenis Sampah bagi Siswa/i SMPN 3 Pangururan dan SMAN 2 Pangururan." Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai jenis sampah, pentingnya memilah sampah sesuai kategorinya, serta mendorong terbentuknya kebiasaan ramah lingkungan di kalangan pelajar.
Dalam sesi edukasi pada Rabu (22/7), para siswa diajak memahami bahwa sampah tidak selalu berakhir sebagai limbah yang harus dibuang. Melalui pengenalan konsep ekonomi sirkular (circular economy), siswa/i SMPN 3 Pangururan belajar bahwa barang bekas masih memiliki nilai guna apabila dikelola secara kreatif. Konsep ini kemudian dipraktikkan secara langsung melalui kegiatan membuat gantungan kunci dari botol plastik bekas. Aktivitas tersebut memberikan pengalaman kepada siswa bahwa sampah plastik dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus bernilai ekonomi, sehingga mengurangi jumlah sampah yang berakhir di lingkungan.
Selain membahas pemanfaatan sampah, tim KKN-PPM UGM Mengukir Samosir juga mengangkat isu sampah dari produk menstruasi dan alat sanitasi sekali pakai yang jumlahnya terus meningkat setiap tahunnya. Siswa/i SMAN 2 Pangururan memperoleh edukasi pada Kamis (23/7) mengenai berbagai alternatif alat menstruasi dan sanitasi yang dapat digunakan berulang kali, seperti menstrual cup, pembalut kain, dan produk sanitasi lainnya. Melalui materi ini, peserta diajak memahami bahwa penggunaan produk yang dapat dipakai kembali tidak hanya membantu mengurangi volume sampah pembalut, popok sekali pakai, dan produk sanitasi lainnya, tetapi juga menjadi pilihan yang lebih ekonomis dalam jangka panjang serta lebih ramah terhadap lingkungan.
Antusiasme siswa/i selama kegiatan menunjukkan bahwa pembelajaran mengenai pengelolaan sampah dapat dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Diskusi, praktik langsung, serta sesi tanya jawab memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami bahwa setiap individu memiliki peran dalam mengurangi timbulan sampah melalui kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak pakai, dan memilih produk yang lebih berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa/i SMPN 3 Pangururan dan SMAN 2 Pangururan tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai jenis dan pemanfaatan sampah, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi lingkungan sejak usia sekolah merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang peduli terhadap kelestarian bumi. Dengan langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, setiap individu dapat berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masa depan.
What's Your Reaction?