Edukasi Sejak Dini: Tim KKN PPM Samosir 2026 Gelar Inisiatif "SOBAT TBC" untuk Siswa SMP Negeri 3 Pangururan
Program SOBAT TBC (Sosialisasi Bahaya dan Tata Cara Pencegahan TBC) merupakan kegiatan edukasi kesehatan bagi siswa SMP Negeri 3 Pangururan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, yang dilaksanakan pada 22 Juli 2026 oleh Klaster Medika dan Klaster Saintek KKN PPM Samosir 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai TBC, meliputi gejala, cara penularan, pencegahan, etika batuk, dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Melalui penyampaian materi yang interaktif dan aplikatif, siswa diharapkan mampu mengenali TBC sejak dini, menerapkan langkah pencegahan dalam kehidupan sehari-hari, serta turut menyebarkan informasi kesehatan yang benar di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Gambar 1. Edukasi TBC Sejak Dini di SMPN 3 Pangururan
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, Juli 2026)
Pangururan, Samosir 22 Juli 2026 – Dalam upaya memperkuat literasi kesehatan remaja dan mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang peduli terhadap bahaya penyakit menular, Tim KKN PPM Samosir 2026 melaksanakan program penyuluhan kesehatan terpadu bertajuk "SOBAT TBC" (Sosialisasi Bahaya dan Tata Cara Pencegahan TBC) pada Rabu 22 Juli 2026 di SMP Negeri 3 Pangururan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.
Program interaktif ini dirancang khusus untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada para pelajar mengenai ancaman penyakit Tuberkulosis (TBC), sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan praktis terkait tindakan pencegahannya sejak dini. Kegiatan ini menyasar kelompok usia remaja sebagai bagian dari indikator Pendidikan Desa Berkualitas, khususnya dalam membangun kesadaran dan kemandirian kesehatan di lingkungan sekolah dan keluarga.Inisiatif ini lahir dari sinergi kolaboratif antara Klaster Medika dan Klaster Saintek KKN PPM Samosir 2026. Kolaborasi lintas disiplin ini menggabungkan basis keilmuan kefarmasian dan kesehatan dengan pendekatan teknis yang sistematis dan mudah dicerna oleh siswa jenjang sekolah menengah.
Desfita Riana Putri, mahasiswa Program Studi Farmasi UGM, menjelaskan bahwa pendekatan edukasi pada kelompok usia remaja menjadi kunci strategis dalam memutus rantai penularan TBC di tingkat lokal. "Tuberkulosis masih sering diselimuti stigma dan pemahaman yang kurang tepat di tengah masyarakat. Melalui program SOBAT TBC, kami berfokus meruntuhkan persepsi tersebut sejak dini di tingkat remaja. Kami ingin siswa SMP 3 Pangururan tidak hanya paham secara teori, tetapi juga mampu mengenali gejala awal dan tahu langkah protektif yang harus diambil untuk diri sendiri maupun keluarganya," ujar Desfita.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemetaan pemahaman dasar siswa, dilanjutkan penyampaian materi interaktif mengenai rantai penularan TBC, serta peragaan etika batuk dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Chelsea Revalina Debora Napitupulu, mahasiswa Program Studi Fakultas Teknik Kimia, menambahkan bahwa keterlibatan lintas disiplin ilmu memberikan dimensi penyampaian yang lebih luas dan interaktif."Penggabungan ilmu kesehatan dan pendekatan teknis lapangan dari Klaster Saintek memungkinkan materi yang sifatnya medis disajikan secara visual dan komunikatif. Antusiasme adik-adik peserta sangat luar biasa, menunjukkan betapa besarnya ruang untuk edukasi kesehatan yang aplikatif di sekolah," ungkap Chelsea.
Program SOBAT TBC ini dirancang terintegrasi dengan capaian pilar Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui penekanan beban finansial keluarga akibat beban kesakitan kronis, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui pemerataan akses pengetahuan kesehatan di wilayah pedesaan Samosir.
Melalui keberlanjutan pemahaman yang ditanamkan, KKN PPM Samosir 2026 berharap para siswa SMP Negeri 3 Pangururan dapat bertindak sebagai 'SOBAT TBC' duta kecil kesehatan yang aktif menyebarkan informasi positif serta menjaga kesehatan diri dan lingkungannya secara berkelanjutan.
Penulis : Desfita Riana Putri dan Chelsea Revalina Debora Napitupulu
What's Your Reaction?