Sulap Ikan Red Devil Jadi Frozen Food Bernilai Jual, Mahasiswa KKN UGM Latih Ibu PKK Siopat Sosor Kemampuan Digital Branding
Gambar 1. Sosialisasi dan Praktik Inovasi Frozen Food Berbahan Ikan Red Devil Bersama PKK di Kantor Desa Siopat Sosor
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, Juli 2026)
Siopat Sosor, Juli 2026 – Dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan sekaligus mendongkrak perekonomian skala rumah tangga, Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan inisiatif ganda di Desa Siopat Sosor, Kecamatan Pangururan. Digelar pada Sabtu, 11 Juli 2026, program ini menyinergikan demonstrasi pembuatan frozen food tinggi protein berbahan dasar Ikan Red Devil (Amphilophus labiatus) dengan pelatihan pengemasan, branding, serta analisis ekonomi bagi kelompok Ibu PKK setempat.
Program ini lahir dari pembacaan potensi lokal yang belum tergarap maksimal. Tahap awal diwarnai dengan pengumpulan data dan koordinasi intensif bersama perangkat desa, kelompok PKK, serta nelayan setempat. Tim mahasiswa meninjau langsung ketersediaan Ikan Red Devil—spesies invasif minim pemanfaatan—sekaligus melakukan observasi terhadap produk olahan UMKM desa yang sudah ada, termasuk menganalisis kelemahan pada aspek kemasan dan promosi.
Berangkat dari temuan tersebut, tim KKN UGM merancang inovasi hilirisasi produk. Sebelum terjun ke masyarakat, mahasiswa melakukan trial and error di dapur uji coba untuk merumuskan formula adonan frozen food berbahan Ikan Red Devil yang paling lezat, bernutrisi, dan berdaya simpan baik. Bahan baku dan peralatan produksi juga dipersiapkan secara matang guna menciptakan produk percontohan (display) yang layak jual.
Pada hari pelaksanaan di Kantor Desa Siopat Sosor, kegiatan dibagi menjadi dua sesi terintegrasi yang berlangsung interaktif. Sesi pertama difokuskan pada praktik diversifikasi pangan. Para peserta diajak langsung mengolah adonan yang telah disiapkan mahasiswa menjadi frozen food. Sesi ini tidak hanya diisi dengan demonstrasi memasak, tetapi juga pemaparan mengenai tingginya nilai gizi Ikan Red Devil sebagai langkah strategis mendukung indikator "Desa Tanpa Kelaparan". Selain itu, mahasiswa secara langsung mempraktikkan proses pengemasan produk frozen food dengan kemasan tepat guna vacuum packaging sebagai langkah untuk memperpanjang umur simpan produk dan mempermudah distribusi. Pengenalan teknologi vacuum packaging juga disertai dengan penjelasan mengenai peran kemasan vakum melalui proses eliminasi oksigen di dalam kemasan yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme pembusuk dan memperlambat proses oksidasi yang menyebabkan penurunan mutu pangan. Hal tersebut diharapkan menjadi bekal bagi masyarakat dalam menghasilkan produk olahan yang lebih higienis, bernilai jual lebih tinggi, dan memiliki daya saing pasar.
Setelah produk kuliner berhasil dibuat, tantangan berikutnya adalah bagaimana strategi pemasaran produk. Mahasiswa juga membedah strategi branding, teknik penulisan promosi (copywriting) sederhana, hingga cara menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) dan margin keuntungan melalui analisis ekonomi dasar. Peserta didorong untuk memahami bahwa kualitas produk perlu diimbangi dengan identitas merek yang kuat, penetapan harga yang tepat, dan strategi promosi yang efektif agar mampu bersaing di pasar.
Gambar 2. Praktik Penggunaan Sealer Sebagai inovasi Kemasan dan Sosialiasi pentingnya penggunaan Brand sebagai Digital Branding
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, Juli 2026)
Sebagai bagian dari penguatan pemasaran, mahasiswa memperkenalkan contoh desain label produk dan media promosi digital yang dapat diterapkan oleh masyarakat. Warga diberikan pemahaman mengenai kemasan yang sesuai standar, membuat desain label yang menarik sesuai dengan regulasi, serta bagaimana cara memanfaatkan template media promosi digital seperti poster dan katalog di media sosial. Sesi tanya jawab yang hangat menutup rangkaian acara, di mana warga antusias menggali solusi atas kendala pemasaran yang selama ini mereka hadapi.
Menyadari bahwa keberhasilan program diukur dari keberlanjutannya, Tim KKN-PPM UGM tidak sekadar memberi pelatihan singkat. Di akhir kegiatan, seluruh bahan edukasi—mulai dari resep pengolahan ikan Red Devil menjadi frozen food, display kemasan produk, serta panduan branding dan analisis ekonomi sederhana—diserahkan kepada kelompok PKK.
Kolaborasi keilmuan ini menjadi cerminan nyata kontribusi mahasiswa UGM dalam mengakselerasi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pemenuhan nutrisi dari olahan ikan mendukung SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) serta penekanan kelaparan. Di saat bersamaan, transfer ilmu kewirausahaan ini mengawal target SDG 4 (Pendidikan Bermutu), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan memodernisasi cara UMKM desa bersaing di era digital.
Penggagas : Dinda Afrilia Rusdiana Sari & Lutfi Maharani
Penulis: Ariel Raka Anasara Dwi Putra
Kontributor: Geraldine Angelie Tari Damauly Hutagalung & Chelsea Revalina Debora Napitupulu
What's Your Reaction?