Tanamkan Cinta Hutan Sejak Dini, Tim KKN UGM Cetak "Rimbawan Kecil" di SD Negeri 26 Situngkir
Gambar 1. Sosialisasi Program Rimbawan Kecil di SD Negeri 26 Situngkir
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, Juli 2026)
Pangururan, Juli 2026 – Dalam upaya mewujudkan indikator "Desa Peduli Lingkungan Darat" sekaligus merancang strategi adaptasi ketahanan iklim di kawasan perdesaan, Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan sebuah inisiatif edukasi bertajuk program "Rimbawan Kecil". Kegiatan penyuluhan kehutanan yang menyasar generasi masa depan ini diselenggarakan pada Senin, 20 Juli 2026, bertempat di SD Negeri 26 Situngkir.
Program baru ini digagas dan dipimpin secara langsung oleh Faizinda Mohammad Putra Kambaksono, mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM. Latar belakang lahirnya program ini berangkat dari visi keberlanjutan untuk mengenalkan kesadaran lingkungan, khususnya mengenai pentingnya menjaga ekosistem hutan, sejak usia dini. Dengan menanamkan nilai-nilai konservasi kepada anak-anak, diharapkan akan tumbuh generasi penerus yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian alam di lingkungan sekitar mereka.
Langkah konkret program ini diawali dengan tahapan observasi dan koordinasi yang matang. Faizinda beserta tim KKN terlebih dahulu melakukan survei lokasi untuk menentukan sekolah dasar yang paling tepat sebagai sasaran program. Setelah SD Negeri 26 Situngkir terpilih, tim melakukan koordinasi intensif bersama pihak desa dan kepala sekolah guna menyelaraskan tujuan penyuluhan. Memasuki tahap persiapan, tim menyusun rundown acara dengan saksama dan memproduksi berbagai bahan ajar interaktif yang disesuaikan dengan psikologi anak-anak.
Berbeda dengan penyuluhan konvensional yang kaku, pelaksanaan program "Rimbawan Kecil" didesain sangat menyenangkan dan partisipatif. Pada hari pelaksanaan, siswa-siswi SD Negeri 26 Situngkir diajak belajar mengenali isu lingkungan melalui berbagai media kreatif. Tim KKN UGM menggunakan board game bertema alam, membagikan Alat Tulis Kantor (ATK) sebagai penunjang belajar, hingga memandu sesi kreatif pembuatan "Pohon Impian", di mana anak-anak dapat menuliskan harapan mereka untuk bumi. Suasana semakin hangat dengan adanya pembagian makanan ringan (snack), suvenir menarik, serta penyerahan bibit tanaman rumahan kepada siswa untuk dirawat, sebagai wujud praktik nyata penghijauan skala kecil.
Sebagai tolak ukur keberhasilan dan landasan evaluasi, tahap akhir dari program ini diisi dengan pengumpulan umpan balik. Pihak sekolah diminta untuk mengisi formulir evaluasi khusus guna meninjau efektivitas materi yang disampaikan serta merumuskan efek keberlanjutan yang dapat diterapkan oleh sekolah pada masa mendatang.
Langkah pelestarian dini yang diinisiasi oleh mahasiswa UGM ini merupakan bentuk kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pemahaman tentang hutan sejak dini selaras dengan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dalam membangun kapasitas adaptasi iklim, dan SDG 15 (Ekosistem Daratan) lewat komitmen pelestarian ekosistem hutan. Lebih jauh lagi, penanaman pola pikir hijau ini secara jangka panjang akan mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mempersiapkan generasi masa depan yang siap menggerakkan ekonomi hijau (green economy) yang berkelanjutan di desa mereka.
Penggagas : Faizinda Mohammad Putra Kambaksono
Penulis: Ariel Raka Anasara Dwi Putra
Kontributor: Geisha Patricia Sihotang
What's Your Reaction?